Balance merupakan prinsip hidup
yang berusaha saya terapkan dalam kehidupan. Yaa,, Balance = Seimbang. Jika
dalam ilmu akuntansi (sample-nya gak jauh dari akuntansi yah hehee :D), suatu
Laporan Keuangan yang tidak balance pasti ada suatu problem, pasti ada sesuatu
yang salah baik itu disengaja atau pun tidak disengaja. Dan itu semua dapat
ditelusuri, dicoba untuk diperbaiki, di adjustment yang pada akhirnya akan
balance dan dapat digunakan oleh banyak pihak.
Dalam kehidupan nyata seharusnya
juga begitu, prinsip hidup membantu kita memfokuskan poin tertentu dan
tantangan yang ada di sekeliling kita. Hidup tentu penuh dengan aspek – aspek
yang terkait seperti keluarga, kekasih, saudara, sahabat, teman, pendidikan, hobi,
tanggung jawab, dan hal – hal lainnya. Terlalu fokus hanya pada satu
aspek, maka aspek lainnya bisa saja terbengkalai. Memfokuskan semua aspek
secara bersamaan juga membuat kita tidak maksimal dalam hidup. Terlalu banyak
aspek juga kebingunan. Tidak ada aspek kehidupan, serasa hidup ini tiada
artinya. Jadi, harus bagaimana?
Keseimbangan Hidup (balance of
life) menjadi salah satu kunci yang selalu mengetuk pemikiran saya, yang
menyadari saya untuk tetap berdiri tegak dalam menghadapi hal – hal tersebut.
Diibaratkan ketika kita melangkah
terus, ada kalanya kita perlu berhenti untuk istirahat dan menyadari tempat apa
yang kita injak sekarang. Selanjutnya, apakah kita terus melangkah? Atau kita
harus mundur? Atau apakah kita harus berlari kencang dan suatu saat kita harus
berjalan santai?
Masing – masing orang pastinya
memiliki problem berbeda, kasus yang berbeda, permasalahan yang berbeda, namun
ada beberapa hal sama, yang patut kita ingat bersama : Apakah hal yang kita
korbankan selama ini sudah memberikan hasil yang baik? Apakah mungkin kita
masih kurang fokus dengan apa yang kita kerjakan? Apakah kita terlalu fokus
sampai kita lupa untuk berhenti dan menoleh ke belakang? Apakah kita sedang
berusaha melupakan atau mengesampingkan hal – hal yang sedang bermasalah
sedangkan kita tetap mempertahankan hal – hal yang tidak ada masalah? Apakah
mungkin kita sengaja pura – pura tidak tahu atas masalah yang sedang kita
hadapi dan merasa tidak ada masalah?
Yah,, yang sebenarnya bisa
mengatasi masalah kita hanyalah diri kita sendiri. Kita bisa saja meminta pendapat
atau saran dari orang lain, namun satu hal yang perlu disadari adalah bahwa
kitalah yang lebih mengerti masalah tersebut ketimbang orang lain. Berusaha,
Bordoa, dan Bersyukur, tiga point yang selalu diingat. Tiga point yang nilainya
sangatlah besar. So Guys,, “The More We Are Ggrateful, The More Happiness We Get..” Believe it.. :)
Just sharing & Thanks for
reading.. Always welcome your comment and response and Be balance..dok.senin,05/05-14_23.11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar