Senin, 05 Mei 2014

Balance Of Life,,



Balance merupakan prinsip hidup yang berusaha saya terapkan dalam kehidupan. Yaa,, Balance = Seimbang. Jika dalam ilmu akuntansi (sample-nya gak jauh dari akuntansi yah hehee :D), suatu Laporan Keuangan yang tidak balance pasti ada suatu problem, pasti ada sesuatu yang salah baik itu disengaja atau pun tidak disengaja. Dan itu semua dapat ditelusuri, dicoba untuk diperbaiki, di adjustment yang pada akhirnya akan balance dan dapat digunakan oleh banyak pihak.

Dalam kehidupan nyata seharusnya juga begitu, prinsip hidup membantu kita memfokuskan poin tertentu dan tantangan yang ada di sekeliling kita. Hidup tentu penuh dengan aspek – aspek yang terkait seperti keluarga, kekasih, saudara, sahabat, teman, pendidikan, hobi, tanggung jawab, dan hal – hal lainnya. Terlalu fokus hanya pada satu aspek, maka aspek lainnya bisa saja terbengkalai. Memfokuskan semua aspek secara bersamaan juga membuat kita tidak maksimal dalam hidup. Terlalu banyak aspek juga kebingunan. Tidak ada aspek kehidupan, serasa hidup ini tiada artinya. Jadi, harus bagaimana?

Keseimbangan Hidup (balance of life) menjadi salah satu kunci yang selalu mengetuk pemikiran saya, yang menyadari saya untuk tetap berdiri tegak dalam menghadapi hal – hal tersebut.
Diibaratkan ketika kita melangkah terus, ada kalanya kita perlu berhenti untuk istirahat dan menyadari tempat apa yang kita injak sekarang. Selanjutnya, apakah kita terus melangkah? Atau kita harus mundur? Atau apakah kita harus berlari kencang dan suatu saat kita harus berjalan santai?

Masing – masing orang pastinya memiliki problem berbeda, kasus yang berbeda, permasalahan yang berbeda, namun ada beberapa hal sama, yang patut kita ingat bersama : Apakah hal yang kita korbankan selama ini sudah memberikan hasil yang baik? Apakah mungkin kita masih kurang fokus dengan apa yang kita kerjakan? Apakah kita terlalu fokus sampai kita lupa untuk berhenti dan menoleh ke belakang? Apakah kita sedang berusaha melupakan atau mengesampingkan hal – hal yang sedang bermasalah sedangkan kita tetap mempertahankan hal – hal yang tidak ada masalah? Apakah mungkin kita sengaja pura – pura tidak tahu atas masalah yang sedang kita hadapi dan merasa tidak ada masalah?

Yah,, yang sebenarnya bisa mengatasi masalah kita hanyalah diri kita sendiri. Kita bisa saja meminta pendapat atau saran dari orang lain, namun satu hal yang perlu disadari adalah bahwa kitalah yang lebih mengerti masalah tersebut ketimbang orang lain. Berusaha, Bordoa, dan Bersyukur, tiga point yang selalu diingat. Tiga point yang nilainya sangatlah besar. So Guys,, “The More We Are Ggrateful, The More Happiness We Get..” Believe it.. :) 

Just sharing & Thanks for reading.. Always welcome your comment and response and Be balance..dok.senin,05/05-14_23.11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar