Senin, 17 Agustus 2015

Mindset adalah Doa,,



Dalam setiap hal yang ada dipikiran, biasanya mengajak diri untuk melakukan hal tersebut. Positive thinking amat sangat diperlukan dalam hal ini. Sikap mental positif merupakan nafas yang setiap saat berdegup dalam menjalani kehidupan. Ia menjadi sumber energy yang luar biasa hebatnya di dalam pengendalian daya tahan dan daya juang dalam meraih kehidupan yang lebih bahagia dan penuh rasa syukur.

Dalam kehidupan saya sehari – hari, tak jarang saya temui orang – orang yang mengeluh. Mengeluh ? Silahkan, tapi harus ingat pada porsinya. Seperti halnya makan, jika berlebihan maka akan menyebabkan perut terasa begah, begitupun dengan mengeluh. Kebanyakan mengeluh, hanya akan menghabiskan waktu untuk mengeluhkan keadaannya. Ayoo, cobalah untuk lebih bersikap dan berfikiran positif.

Sikap mental positif senantiasa akan mengembangkan sikap – sikap untuk tidak mempermasalahkan masalah, melainkan mencari solusi atas masalah. Orang yang mempermasalahkan masalah senantiasa akan bermasalah dan menganggap bahwa hidup ini penuh dengan masalah. Lain halnya kalau yang kita kembangkan adalah sikap mental positif, maka sekalipun hidup ini pada dasarnya penciptaan masalah, namun oleh karena kita mampu menyelesaikan setiap masalah yang muncul dengan tenang dan optimis, maka kita menganggap bahwa hidup ini akan menjadi lebih dinamis dan variatif.

Mindset yang positif bisa menjadi doa bagi mereka yang benar – benar bisa memperjuangkannya. Setiap masalah yang dihadapi dalam kehidupan akan dapat diselesaikan, hidup akan penuh rasa syukur dan akan merasa bahagia atas pencapaian yang telah dilakukan. Yakinlah terhadap orang – orang terdekat yang selalu ada untuk mensupport, mendukung kita.

Jika kita pernah menemui pengalaman yang kurang atau malah tidak menyenangkan, jangan biarkan pengalaman tersebut menjatuhkan kita. Tetap melangkah ke depan, melanjutkan perjalanan dengan penuh optimis. Masa lalu biarkan berlalu, ia cukup dijadikan memori atau kenangan sejarah. Sejarah untuk dijadikan cermin agar kita dapat berkaca, guna untuk memperbaiki diri agar tampil lebih indah, anggun & lebih bijaksana. Mindset yang positif adalah Doa, So guys,, “ Set your mind with always positif thinking,,”
 
Just sharing & Thanks for reading.. Always welcome your comment and response and Be always positif thinking :)

Senin, 05 Mei 2014

Balance Of Life,,



Balance merupakan prinsip hidup yang berusaha saya terapkan dalam kehidupan. Yaa,, Balance = Seimbang. Jika dalam ilmu akuntansi (sample-nya gak jauh dari akuntansi yah hehee :D), suatu Laporan Keuangan yang tidak balance pasti ada suatu problem, pasti ada sesuatu yang salah baik itu disengaja atau pun tidak disengaja. Dan itu semua dapat ditelusuri, dicoba untuk diperbaiki, di adjustment yang pada akhirnya akan balance dan dapat digunakan oleh banyak pihak.

Dalam kehidupan nyata seharusnya juga begitu, prinsip hidup membantu kita memfokuskan poin tertentu dan tantangan yang ada di sekeliling kita. Hidup tentu penuh dengan aspek – aspek yang terkait seperti keluarga, kekasih, saudara, sahabat, teman, pendidikan, hobi, tanggung jawab, dan hal – hal lainnya. Terlalu fokus hanya pada satu aspek, maka aspek lainnya bisa saja terbengkalai. Memfokuskan semua aspek secara bersamaan juga membuat kita tidak maksimal dalam hidup. Terlalu banyak aspek juga kebingunan. Tidak ada aspek kehidupan, serasa hidup ini tiada artinya. Jadi, harus bagaimana?

Keseimbangan Hidup (balance of life) menjadi salah satu kunci yang selalu mengetuk pemikiran saya, yang menyadari saya untuk tetap berdiri tegak dalam menghadapi hal – hal tersebut.
Diibaratkan ketika kita melangkah terus, ada kalanya kita perlu berhenti untuk istirahat dan menyadari tempat apa yang kita injak sekarang. Selanjutnya, apakah kita terus melangkah? Atau kita harus mundur? Atau apakah kita harus berlari kencang dan suatu saat kita harus berjalan santai?

Masing – masing orang pastinya memiliki problem berbeda, kasus yang berbeda, permasalahan yang berbeda, namun ada beberapa hal sama, yang patut kita ingat bersama : Apakah hal yang kita korbankan selama ini sudah memberikan hasil yang baik? Apakah mungkin kita masih kurang fokus dengan apa yang kita kerjakan? Apakah kita terlalu fokus sampai kita lupa untuk berhenti dan menoleh ke belakang? Apakah kita sedang berusaha melupakan atau mengesampingkan hal – hal yang sedang bermasalah sedangkan kita tetap mempertahankan hal – hal yang tidak ada masalah? Apakah mungkin kita sengaja pura – pura tidak tahu atas masalah yang sedang kita hadapi dan merasa tidak ada masalah?

Yah,, yang sebenarnya bisa mengatasi masalah kita hanyalah diri kita sendiri. Kita bisa saja meminta pendapat atau saran dari orang lain, namun satu hal yang perlu disadari adalah bahwa kitalah yang lebih mengerti masalah tersebut ketimbang orang lain. Berusaha, Bordoa, dan Bersyukur, tiga point yang selalu diingat. Tiga point yang nilainya sangatlah besar. So Guys,, “The More We Are Ggrateful, The More Happiness We Get..” Believe it.. :) 

Just sharing & Thanks for reading.. Always welcome your comment and response and Be balance..dok.senin,05/05-14_23.11

Sabtu, 05 April 2014

Don't Judge,,



Bagaikan muncul tiba – tiba, Artikel itu mebuatku jadi berpikir lebih panjang. Menurutku, itu tergantung pribadi yang menyikapinya. Dan bagiku, Pintar dan Sukses-nya seorang anak perempuan (wanita karir) adalah kebanggaan kedua orang. Bukankah Ridho orang tua adalah Ridho Tuhan?

Tak pernah berpikir, mau menyaingi kaum adam atau mau mendominasi. Kaum adam yaa kaum adam, pasanganku kelak. Kodrat wanita adalah taat pada imamnya,, aku tak akan lupa itu. Kepintaran dan kesuksesan yang ingin dicapai, tak lain adalah untuk kedua orangtunya.

Memang benar, mengenalkan pasangan kepada kedua orangtua dan bisa bersanding dengan pria tersebut, akan membuat orang tua bahagia. Namun, jika bisa membuat orangtua bahagia berlipatganda, kenapa menjadi wanita karir harus dicemaskan kaum adam? Hanya ingin membuat orangtua bahagia berlipat ganda. Bukankah itu wujud taat seorang anak kepada kedua orang tuanya? Anak yang taat kepada kedua orangtuanya di jalan Tuhan, pasti akan taat kepada imamnya kelak.

Dan sungguh sangat ironis, jika hal ini dipermasalahkan kaum adam. Merasa tak nyaman jika mendekati wanita yang pintar dan sukses. Commonnn,, Kami tak begitu,, jauh di lubuk hati yang terdalam, kami sadar akan kodrat kami.. dok.sabtu,06/04-14_00.54